SURA, PANGERAN TERBUANG
“Kalian bertiga sudah menerobos ke kediamanku, mengganggu ketenanganku, dan menakut-nakuti muridku. Jadi kalian harus menanggung akibatnya bersama. Meski kau sudah memberikan buah persik dewa, itu belum cukup. Jadi, apa yang harus kulakukan pada kalian kalau tidak bisa memberi kompensasi yang pantas?”
Ketiganya menelan ludah bersamaan.
“Ah-ha,” Sura tiba-tiba tersenyum. “Aku tahu apa yang harus kulakukan.”
Ketiga iblis siluman serentak merasa ngeri. “Glek…”
“Meskipun kalian iblis siluman,” lanjut Sura dengan nada santai, “pada dasarnya kalian juga hewan. Jadi, kalau dimasak dan dijadikan sup, sepertinya rasanya akan luar biasa.” Ia mengusap dagunya, membayangkan aroma sup panas yang lezat, s
Bab Populer