Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Godaan Panas Tetangga Baru

Godaan Panas Tetangga Baru

"Eh... Halo, saya Juan, tetangga baru di sebelah." Dia tersenyum canggung, lalu mengulurkan sebuah kotak kue bolu kecil. "Ini kue bolu, sebagai tanda pertemanan antar tetangga." Fara menerima kotak kue itu dengan enggan, meskipun masih merasa agak terkejut. "Oh, terima kasih," jawab Fara singkat, matanya tetap tertuju pada penampilan Juan yang benar-benar tidak sesuai dengan harapannya. "Hmm, kue bolunya kelihatan enak, ya," tambahnya, meski tanpa ekspresi antusias.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as gombalan receh
Read
+Library
Gadis Terakhir

Gadis Terakhir

“Mami, Papi lagi gombal ya?” “Kenapa kamu ngerti kata gombal, sih?” tanya Aarav pura-pura terkejut. Aga menjawab santai, “Soalnya Papi sering banget gombalin mami tiap malam.” Sifabella buru-buru mengalihkan. “Ayo, kita cari sayur dulu. Jangan bahas gombal-gombalan.” Mereka lalu tiba di stall sayur. Penjualnya, seorang nenek lokal yang mengenakan apron floral, menyapa dengan hangat.
1042.4K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as gombalan receh
Read
+Library
Pura-Pura Rebahan

Pura-Pura Rebahan

#Pura_Pura_Rebahan Part 3 : Menghalu Sambil Rebahan Menjelang siang, aku sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumah juga menyuapi dua putriku makan. Sebelum menghalu, sholat zuhur dulu biar makin tamvan, eh! Aku memukul pelan bibir sexi ini, karena berpura-pura jadi cowok tampan di f*, aku jadi terbawa-bawa ke dunia nyata istilah itu. Abang Tamvan, itulah gelaran para fansku yang dari golongan emak-emak berdater itu. Aku sih enjoy aja mau dipanggil apa aja, asalkan mereka tetap menyukai cerita yang kubuat dengan tema-tema ringan itu.
1037.6K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as gombalan receh
Read
+Library
Janda Kembang

Janda Kembang

"Makanan ini enak sekali, aku bahkan baru kali ini makan belut yang dimasak seperti ini," ucap Reyhan. "Aku sih, gak suka belut!" sahut Bella sambil mencibir, "tapi kalau sambalnya aku akui enak," lanjutnya. "Nah kamu sekarang mengakui masakan Saras enak kan?" ucap Reyhan. Saras mendengarkan obrolan mereka di balik tembok dapur, Saras begitu penasaran dengan hubungan mereka berdua.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as gombalan receh
Read
+Library
Pura-pura Menikahi Tuan Presdir

Pura-pura Menikahi Tuan Presdir

Selain selada, paprika, dan mentimun, ia juga menambahkan bawang bombay merah, buah zaitun, tomat yang sudah dipotong-potong lalu diberi garam, lada, perasan jeruk lemon, serta minyak zaitun. Tiba-tiba ponsel Re berdering. Aku baru menyadari kalau benda itu ada di atas meja. Sebuah nomor yang belum disimpan terlihat di layar. Aku sempat melihat angka 1504 di paling belakang. Reinhard hanya melirik sekilas. Ditekannya tombol power yang seketika membuat dering itu berhenti. "Kenapa nggak diangkat?"
102.6K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as gombalan receh
Read
+Library
Istri Manis sang Pewaris

Istri Manis sang Pewaris

“Pernah dengar, tapi belum pernah makan, jadi aku nggak tahu bentuknya seperti apa.” “Ya Tuhan...,” desis Jingga pada dirinya sendiri. Lalu ia mengambil ponselnya dan mencari gambar pecel di laman pencarian, ia menunjukkan gambar itu pada Davin. “Seperti ini, Dave. Pecel itu terdiri dari beberapa sayuran rebus yang disiram kuah sambal. Kayak gini.” Davin mengamati gambar tersebut, lalu mengangguk-angguk paham. “Baiklah, aku akan membelinya di restoran terdekat sekarang.”
10220.9K viewsCompletedAdded to Library 8.8K Times as gombalan receh
Show Reviews (37)
Read
+Library
Valenka Lamsiam
seru banget sama alur ceritanya. tegangnya dapet. bapernya dapet.pokonya bisa bikin nangis,marah,senyum² sendiri juga kadang bikin ngakak. selalu bikin kangen nunggu lanjutan up bab selanjutnya. suka banget sama karya kak Rosa Uchiyamana. i love you
eld
ini cerita termanis yg pernah aku baca sih. alurnya juga ga bertele tele, bener2 singkat, padat tapi sekali lagi manis. bahasanya juga enak dibaca, ga kaku dan santai gaya bahasa kita sehari hari yg buat baca jadi nyaman. big thanks to author udah buat cerita semanis ini ...️
Read All Reviews
Pewaris yang Tak Diinginkan

Pewaris yang Tak Diinginkan

Sebelah tangannya yang lain menyodorkan segelas minuman yang telah terisi penuh air mineral. “Kamu terlalu kaget untuk menu baru kita.” “Tentu saja aku kaget karena seingatku, aku tidak pernah mengizikan peredaran menu berbahan baku utama katak.” Tegasku padanya. “Chill, Rinata. Aku hanya bercanda. Koki itu bilang nama menunya adalah asam kambing bumbu rempah.” Jelasnya lagi. “Apa kau tidak bisa merasakan tekstur dagingnya?” katanya lagi menyuap menu baru itu dengan sendok yang tadi kugunakan. Aku menggeleng.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as gombalan receh
Read
+Library
Dokter Tampan Pemikat Wanita

Dokter Tampan Pemikat Wanita

"Tumben." "Cobain dulu." Aya mengambilkan mangkuk dan sendok untukku sebelum menuangkan hidangan ke dalamnya. Dia juga mendorong mangkuk lain berisi ikan gabus yang kukenal dimasak dalam bumbu merah. Hidangan lokal yang sangat menggugah selera. Aku langsung duduk pada kursi terdekat dan segera menyesap kuah, mendalami rasanya yang mampir di lidah lalu mengernyit dalam.
1015.8K viewsCompletedAdded to Library 442 Times as gombalan receh
Read
+Library
Maaf, Aku Hanya Seorang Pemeran Pembantu!

Maaf, Aku Hanya Seorang Pemeran Pembantu!

Ia masih tidak terbiasa menghadapi serangan gombalan Shane yang datang bertubi-tubi, membuatnya salah tingkah. Aroma kaldu yang gurih dan uap panas yang membumbung dari mangkuk ramen seolah mencairkan kecanggungan yang sejak tadi membeku di antara mereka. Elliete menyesap kuah pedasnya, merasakan kehangatan yang menjalar hingga ke dada. Untuk pertama kalinya hari ini, bahunya yang tegang mulai rileks. "Hahh... enaknya," Elliete menghela napas lega, raut puas terpancar jelas di wajahnya setelah menghabiskan porsi terakhir.
10594 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as gombalan receh
Read
+Library
Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

“Iya.” Ibu itu tersenyum lebar. “Tunggu sebentar,” katanya, lalu memilihkan mangga muda, dia tekan-tekan sebentar, memasukkannya ke dalam kantong kresek. Lalu nanas yang masih segar dan jambu yang kulitnya mulus. “Cabenya mau berapa, Mas?” Raven menatap cabe rawit yang merah menyala itu. “Yang pedas sekali.”
1045.8K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as gombalan receh
Show Reviews (16)
Read
+Library
Valenka Lamsiam
selalu seruuuu, bikin penasaran. si raja tega, es batu, dan tak berperasaan diawal. dan pasti nantinya kena kutukan jadi pria bucin parah gak ada obat. ehhh cerita kali inimah agak lain. dari awal bertemu aja sudah kena kutukan tuh bang revan. normalnya cuma berlaku buat sera aja.
radayinta
Semangatz kak ocha, aku selalu menunggu dan membaca karya-karyamu Cerita ini agak beda dengan yang sebelumnya, namun untuk latar belakang, yang satu kaya dan satu miskin sudah biasa di jadikan dalam latar belakang cerita, jadi tetap lanjutkan ceritanya kak
Read All Reviews
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status