Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
A Choice

A Choice

Apa yang akan gadis itu katakan? Mereka pun tiba di gudang tempat peralatan musik, di sana memang sepi karena gudang itu sering dikunci, tapi ternyata hari ini tidak dikunci. "Jadi begini, emm tolong pilih Lisa untuk menjadi istrimu" satu alis Davin terangkat kala mendengar ucapan Alice. Apa kedua gadis ini sedang mempermainkannya? Tadi Lisa mengatakan agar ia memilih Alice dan sekarang Alice mengatakan agar ia memilih Lisa.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as good choice
Read
+Library
Exit

Exit

Aku memuji pilihan Papahnya April, beliau memang selalu memberikan yang terbaik untuk April. “Bagus apanya. Kalau aku tidak nyaman dan suka. Tetap saja kesannya nggak bagus.” April menggerutu, ia baru bisa mengunyah mie sambil cemberut. “Memangnya kamu sudah ada pilihan sendiri?” tanyaku ingin tahu. “Belum juga sih.” April menatapku sejenak lalu kembali sibuk dengan garpu baru dan mangkok mienya.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as good choice
Read
+Library
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

“Aku tidak bermaksud menambah masalahmu. Aku hanya ingin kamu tahu, kamu mempunyai pilihan lain jika saja Naz …,” “Jika Nazwa tak memilihku! Haruskah kau mengulang kalimat itu terus, Re! Apa kamu mendoakan hal itu terjadi? Oh ya, tentu saja. Kamu akan bahagia sekali bukan, jika Nazwa tak memilihku?” ucap Rafi gusar sambil menepis tangan Renata yang berada di atas paha kanannya. “Bukan begitu maksudku, Rafi.” Renata menukas omongan Rafi.
6.3K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as good choice
Read
+Library
Love

Love

Love you all.... 😍😍😍😍😍 enjoy ya.. 😘😘😘 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 514 Times as good choice
Read
+Library
YOU

YOU

Happy Reading. "Aku rasa ini lebih bagus. Lihat saja, warnanya lebih feminim dan semua wanita menyukai hal seperti itu." Dastan menyodorkan sebuah gambar pada Sean. "Warna itu memang bagus namun sangat tidak cocok dengan kepribadian wanitanya." Boby bersigap menolak gagasan Dastan. "Bayangkan saja sentuhan dekorasinya selembut itu, bisa-bisa wanita bar-bar itu akan mengejek kemampuan ku." lanjutnya lagi.
9.911.0K viewsCompletedAdded to Library 407 Times as good choice
Read
+Library
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

Bagi Diana ini hal yang besar. Alex membiarkan dirinya diseret Diana menjelajahi toko perhiasan. Dia senang melihat kekasihnya begitu antusias. Pilihan Diana jatuh pada sebentuk cincin emas putih dengan desain sederhana, nyaris polos. Dia tahu lelaki seperti Alex tidak cocok memakai cincin yang rumit. "Pilihan yang bagus. Aku suka," puji Alex.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 432 Times as good choice
Read
+Library
Pilihan Untuk Menjadi Baik

Pilihan Untuk Menjadi Baik

setelah melewati beberapa lorong gedung bangunan yang lumayan banyak, aku segera menuju kearah gerbang sekolah untuk segera meninggalkan tempat sepi ini. beberapa saat kemudian aku melihat seorang penjual eskrim di ujung trotoar, karena cuaca hari ini cukup cerah—pasti akan nikmat jika membeli eskrim yang lembut untuk di konsumsi. setelah sampai didepan gerobak penjual, aku melihat beberapa menu varian rasa. aku memilih rasa coklat karena menyukainya. "pak, tolong eskrim rasa coklat satu."
628 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as good choice
Read
+Library
Wanita Yang Kau Pilih

Wanita Yang Kau Pilih

“Iya, Pak saya juga sebenarnya berat, tapi... yah mau bagaimana lagi, tempat ini sudah menjadi rumah kedua untuk saya, saya harus membuat satu pilihan,” “Benar, pak hidup memang pilihan.” Sesaat dua orang guru paruh baya itu terdiam sibuk dengan pemikiran masing-masing, lalu mereka sama-sama berpamitan dan melangkah pergi menyelesaikan urusannya masing-masing. Pak Edwin berjalan ke ruang guru, terasa ada yang mengganjal di hatinya, tapi sedapat mungkin dia berusaha meyakinkan diri kalau ini adalah keputusan terbaik yang harus dia lakukan .
9.332.6K viewsCompletedAdded to Library 685 Times as good choice
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Di layar laptop, muncul judul yang selama ini ia simpan diam-diam: “Setelah Kamu Pilih Dia.” Bukan sekadar judul untuk mengenang luka, tapi sebagai penanda bahwa ia pernah ada di titik paling rapuh, dan memilih untuk tumbuh — bukan membalas, bukan menyesali. Rayhan melihat layar itu sekilas saat lewat. “Itu judul yang… nyaris terdengar getir, tapi justru terasa lega.” Dinda tersenyum. “Karena aku nulisnya bukan pas masih marah. Tapi pas udah damai.”
88.3K viewsOngoingAdded to Library 323 Times as good choice
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status