Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Home

Home

["Gue kemarin-kemarin sempat beli lingerie gitu secara online. Beli warna hitam sama merah. Terbuka banget. Menurut lo, lebih seksi yang mana? Merah atau hitam?" Noela tampak berpikir sejenak. Noela pernah memberi rekomendasi toko online yang menjual lingerie pada Runalla. Kalau berasal dari sana-seingat Noela-seharusnya warna hitam lebih seksi karena sangat terbuka di bagian dada. Mana ada, sih, lelaki yang tidak menyukai payudara perempuan berisi? "Hitam. Lo harus pakai yang warna hitam. Titik."
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai recommended
Baca
+Pustaka
Broken

Broken

ujar Andi sambil meledek Andre. “Hmm... ya udah,” respons Yandi singkat. “Ya udah... pakai aja dulu kali... entar baru ganti aja tuh buku. Dari pada nanti ada embel-embelnya,” ujar Doni memberi saran. “Gue tahu,” jawab Yandi menyetujui saran temannya. “Gak usah. Dia bukan orang yang kayak gitu, kok,” ujar Andre berusaha membela Reina.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai recommended
Baca
+Pustaka
Seadanya

Seadanya

Imbuh erika " yaudah erika kamu yang semangat nanti gajian traktir bapak ya beli cilok didepan hhha, bapak pamit dulu mau beresi aula diatas senin mau dipakai " pak mamad seraya berlalu meninggalkan erika melanjutkan pekerjaannya "okeh siiip pak, fighting pakk maaf nggak bisa bantu" Erika berteriak pada pak mamad yang sudah berjalan meninggalkan erika
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai recommended
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

tanya Priska setelah dokter yang menanganinya selesai memeriksa kondisinya. “Untuk saat ini kondisi Ibu masih lemah. Jika dua atau tiga hari kondisi Ibu ada perubahan, maka saat itu Ibu bisa pulang,” jawab sang dokter. “Saran saya masih sama, Bu. Ibu harus segera melakukan kemoterapi untuk menghambat penyebaran sel kanker,” imbuh dokter tersebut.
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai recommended
Baca
+Pustaka
Exit

Exit

Ibu kantin itu bertanya menatap April, memastikan pesanan. “Iya, benar, Bu,” jawab April. Aku hanya memandangi mereka bergantian. Lantas Ibu kantin itu berjalan masuk stand, tidak lama kembali ke meja kami membawakan pesanan es. April dan aku serempak berucap terima kasih, mengangguk. Dua mie instan pakai telur rebus matang dan dua gelas es tea jus. Dalam hati aku menebak kalau tea jus yang dipesan April adalah tea jus rasa lemon.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai recommended
Baca
+Pustaka
Memory

Memory

Lenni menepuk bahuku. Aku segera berangkat menuju kedai es krim. Amanda terlihat duduk di dekat jendela. Dia memakai kaus lengan panjang warna merah muda, dipadankan dengan rok lipit cokelat. "Hei, Manda," sapaku, agak kaku. "Aku sudah memesankan es krim untuk Mama, rasa cokelat dan stroberi favorit Mama." Senyum lebar tercetak di bibir Amanda.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai recommended
Baca
+Pustaka
MATE

MATE

Napasku terengah-engah dan kakiku terasa lemas. “Tenanglah, Levi. Atur napasmu baik-baik. Lalu di hitungan ketiga doronglah sekuat tenaga, oke?” Alena memberiku arahan dan hanya kuhadiahi sebuah anggukan. Gadis itu terlihat sangat panik sekarang.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai recommended
Baca
+Pustaka
TAKDIR

TAKDIR

Kotak berwarna abu dan biru, yang merupakan warna kesukaanku dan juga Tristan. Didalamnya, berisikan sebuah potoku bersama Tristan, dan juga satu potoku dengan berlatar senja, dibawahnya terdapat tulisan, lihat kebelakang ya!. Ah, ternyata ada kata-kata. Hallo senja! Mungkin kamu pertama baca ini ya, hehe maaf kalo salah. First of all, I will say thank you for you, Alisha Risha Purwandi. Wanita terbaik, yang pernah aku temui.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai recommended
Baca
+Pustaka
Mémoire

Mémoire

Hari ini adalah percobaan kedua dengan jarak tempuh yang ditingkatkan dari percobaan pertama yang menembus angka 15 kilometer dengan kecepatan rata-rata 40/h, Liam menatap titik merah yang bergerak sedikit lambat berhenti beberapa saat lalu kembali berjalan dengan lancar. Liam menyapu pandangan kesemua anggotanya yang menunggu, Liam menatap Séanne dengan lekat lalu menganggukkan kepalanya. Séanne bangkit mengangkat ponselnya untuk menelepon anak buah yang akan memberi makan Collin, Séanne tersenyum puas lalu kembali duduk.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai recommended
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status