Hal penting apa emang yang mau kamu bahas sama aku?
XavierAG
(Nanti aja kita bahas langsung oke, aku balik kerja lagi ya. Jaga diri kamu baik-baik oke dan sampai bertemu di tanggal 08, Ocean)
Ia mengambil handphone, kemudian memesan taksi untuk mengantarkannya menuju kantor Devan.
"Hampir aja lupa bekalnya!" seru Kinara yang tanpa sadar menepuk jidatnya, merutuki sifat pelupa yang ia miliki.
Gadis itu mendorong kursi rodanya untuk menuju ke dapur kembali guna mengambil kotak makan yang sudah ia siapkan tadi.
Dalam perjalanan pulang, Baron bertanya padaku.
“Mbak Mus, kenapa Mas Baskara nggak ikut kita ke desa?”
Aku tersenyum dan menjawab sekadarnya.
“Dia dapat tugas mendadak, jadi langsung balik.”
“Oh… kali ini perginya berapa lama, Mbak Mus?”
“Nggak tahu.”
Mungkin bulan depan.
Mungkin… selamanya.
[Tamat]
Aku sangat ingin pergi ke ibu kota berharap bisa bertemu dengan seseorang yang sudah lama kusuka.
Kukerahkan semua kemampuan terbaikku demi mendapat kesempatan terbang ke ibu kota. Memang bisa saja aku pergi ke sana sendiri tanpa susah-susah mengikuti lomba ini, tetapi akses untuk meminta restu pada orang tuaku cukup susah. Tidak mungkin juga aku memakai cara kabur dari rumah hanya untuk pergi ke ibu kota. Jadi, ini adalah satu-satunya kesempatan emasku untuk pergi ke sana.