Anak Rahasia Presdir Impoten
Pria itu mengangguk cepat, menghapus air matanya dengan kasar lalu tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat lepas seolah-olah beban yang sangat berat yang selama bertahun-tahun bergelayut di pundaknya baru saja diangkat.
"Terima kasih, Kak Ibra. Terima kasih, Aya. Terima kasih, Tante Dewi. Dan terima kasih, Putra. Kalian nggak tahu seberapa besar arti kata-kata ini bagiku," ucap Niko tulus.