Yang Terpilih
Yustini Setia Darmayang terindahyang terindah lirikyang tersayangterpukau
Apakah saat aku berjongkok nanti, beberapa telur ayam keluar, menggelinding lalu pecah mengeluarkan bayi, seperti bayi tetangga sebelah?
Umurku tiga belas tahun, usia yang mulai matang kata orang-orang. Aku sendiri tidak mengerti maksud mereka. Matang? Seperti buah mangga? Atau sayuran yang biasa Ebo’[4] masak?
Aku hanya memandang Ebo’, mendengar tapi tak mengerti. Ah sudahlah, aku menyudahi ceramahnya dengan anggukan kepala.
“Kalau kamu sudah merasa kainnya penuh, cepat-cepat ganti.”