Malam Pertama Sang Istri Kontrak
tak ada kata, tak ada janji, cuma rasa yang akhirnya tenang setelah sekian lama belajar bertahan.
Pagi itu, ketika sinar pertama menyentuh dinding rumah mereka, Aisyah sedang menyapu lantai sambil bersenandung, dan Arga memperbaiki pagar kecil yang catnya mulai pudar. Raffa berlari keluar kamar dengan rambut acak-acakan, membawa kertas gambar baru. “Ayah, Ibu, aku gambar bunga mawar yang kita tanam semalam!” katanya ceria. Aisyah menunduk, melihat gambar itu: mawar merah dengan tiga batang, dan di bawahnya tertulis dengan tulisan besar dan miring, “Keluarga Bahagia.” Arga menatap Aisyah, lalu tersenyum. “Lihat, Yah. anak kita tahu arti rumah sebelum kita sempat ngajarin.” Aisyah mengangguk,
Sikat na Kabanata