DENDAM SANG PANGLIMA
"Lusiana, aku sangat heran dengan teman lamaku. Dahulu dia adalah orang yang baik. Tapi setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Aku sangat terkejut ternyata kini dia seorang pemimpin pasukan Pemberontak!"
Lusiana sontak terkejut dan memandang Adam.
"Loh, siapa yang kamu maksud itu?" tanya Lusiana.
"Jendral Rio, pemimpin pemberontak itu ternyata temanku, Lusy," ucap Adam.
Lusiana menggelengkan kepala, "Loh, tentu itu akan menjadi tantanganmu untuk menghadapinya," ujarnya.
"Ya, satu sisi aku harus membendung kekuatan pemberontak. Tapi di sisi lain aku memiliki hutang Budi kepadanya," ucap Adam.
Bab Populer