DIARY SKIZO
Indahyuliadimana rumahkurumahku dimanabau bangkai di kamarpenyemangat kata kata untuk di kamar
Namun, tak ada sedikitpun rasa yang tersimpan untuknya selain kenyamanan dan rasa sayang sebagai seorang teman.
Muhammad Rayyan Khanafi, pemuda 27 tahun yang dahulu kukenal sebagai Kaffah ar Rayyan di dunia literasi. Di luar karir masa lalunya sebagai buaya dunia maya maupun dunia nyata, aku mengenalnya sebagai lelaki yang baik, penyayang, lembut dan bertanggungjawab. Putra tunggal dari pengusaha perkebunan yang cukup dikenal di tanah Sumatera. Pantas saja Ayah yang juga menekuni usaha perkebunan bisa begitu mudah akrab dengannya.
"Abahku ... besok lusa mau ke Jakarta, Na." Ucapan Kaffah memecah keheningan.