CALON MERTUAKU
“Oh, hafidz. Bagus, donk, kalau gitu. Indah aja pengen besok punya anak penghapal qur’an, jangan sama seperti orang tuanya yang blangsak gini.”
“Mimpi kau, Nora. Berkaca dulu, lihat diri sendiri. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Bagaimana orang tua begitu anaknya.”
“Nggak selalu, Om. Contohnya orang tua Indah, keduanya orang baik. Papa suka sedekah ke panti asuhan, Mama pengurus majelis taklim. Satu anaknya yang melenceng, ya Indah sendiri, semoga adik-adik Indah jangan kayak Indah.”