Gairah Cinta Sang CEO
Wanita yang dulu lembut, penuh senyum, dan mudah menangis itu, kini lenyap tak berbekas.
Kini, yang ada hanyalah sosok yang dingin, kaku, dan tanpa jiwa.
Setiap pagi, Delisa bangun tepat pada waktunya. Ia bergerak dengan gerakan yang sangat teratur, rapi, dan efisien, layaknya sebuah mesin yang diprogram sempurna. Ia memasak, membereskan rumah, menyapu, mengepel, dan menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga dengan sempurna. Tidak ada satu pun debu yang tertinggal, tidak ada satu pun piring yang tidak tersusun rapi. Namun, di balik kesempurnaan itu, tidak ada sedikitpun emosi yang terpancar.
الفصول الرائجة