CALON MERTUAKU
Astagah, jantungku jadi berdetak tak keruan.
“Ya, lihat nanti aja, Om. Mungkin kalau rezeki dan jodoh nggak ke mana.” Aku hampir jatuh, Om Andi menahan tangan dan pinggangku. Gila, jalanan licin ini seperti hampir membunuhku.
“Jodoh? Semoga saja, ya.” Ah, semoga Om Andi nggak salah tangkap sama maksud perkataanku.
“Masih jauh, Om?”