PETARUNG JALANAN RUNGKAD JAGATGENI
Sang satpam tua terkekeh, “Karena aku tertarik padamu. Aku melihat semuanya, membaca auramu, dan sejuta pertanyaan melintas di pikiranku.”
“Oh,” Han mengangkat bahu, “Aku sama sekali tidak paham kenapa Bapak tertarik padaku. Aku hanyalah mahasiswa baru yang hari ini kena naas dihajar geng preman kampus.”
Bapak itu tersenyum dan mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Han, “Namaku Djoewarno. Panggil saja Pak No.”
Han menyalami pria tua itu, “Saya Handoko. Panggil saja Han.”