Godaan Mama Muda
Handuk itu cukup kecil, memperlihatkan sebagian besar kaki jenjangnya yang mulus, bahunya yang putih dan basah, dan lekuk tubuhnya yang begitu sempurna.
Rambutnya basah, menetes air, beberapa helai menempel di pipi dan lehernya. Kulitnya masih lembab, sedikit kemerahan karena air hangat. Aroma sabun dan shampo yang harum tercium sampai ke tempat dimana aku berdiri.
Namun, yang paling membuatku mataku tak bisa berkedip, juga dengan darahku yang rasa-rasa seakan berhenti mengalir adalah, area bukit kembarnya Kiara.