Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari
Rexa melepaskan Arlina dengan perlahan.
Dalam cahaya temaram, wajah Arlina memerah. Matanya menunduk malu dan tidak berani menatap Rexa.
"Selamat tahun baru, Arlin," ucap Rexa. Suaranya jernih dan hangat, seolah-olah bisa membelai hati Arlina dengan lembut.
"Tahun yang baru ini, kamu harus lebih percaya diri, lebih berani."
Hati Arlina terasa hangat. Dia bersandar pelan ke dada Rexa dan berbisik, "Selamat tahun baru."