Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat
Arizo berkata pelan, "Terlalu memikirkan kehilangan dan keuntungan, terlalu terikat pada masa lalu, dan terlalu khawatir tentang masa depan. Kemarin adalah sejarah, besok adalah misteri, dan hari ini adalah hadiah. Maka hargailah hari ini seperti kamu menghargai sebuah hadiah."
Elara tertegun sejenak.
"Jadi jangan terjebak dalam masa lalu, juga jangan cemas terhadap masa depan. Hanya hari ini yang layak untuk kamu jalani sepenuh hati, lakukan yang terbaik di setiap harinya."
Elara tersenyum, sudut matanya melengkung indah. "Kata-kata profesor memang masuk akal."
Arizo juga tersenyum. "Yang penting bisa membuat kamu merasa lebih tenang."