Bias Cinta
Bias kembali menutup pengunci pagar boks bayinya, lalu menyusul Cinta berbaring di tempat tidur.
“Masih tiga puluh enam hari lagi,” ucap Bias sambil mengusap-usap lengan Cinta.
“Apanya yang tiga puluh enam hari lagi?”
“Nggak usah pura-pura nggak tau,” Bias meremas gemas lengan Cinta, “coba hitung, sudah berapa hari aku nganggur? Padahal, harusnya malam itu kitamm–”