Menikah Dengan Abang (Abang Angkat)
kuseka air mata, mengembuskan napas panjang.
“Dendi pulang dulu. Assalamualaikum ya ahlal kubur. Yaghfirullahu lanaa wa lakum, antum salafunaa, wa nahnu bil atsar, (Salam sejahtera atas kamu sekalian wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kamu sekalian. Kamu mendahului kami, kami pun akan menyusul.)”
Hampir satu jam, aku duduk beralaskan rumput. Berdiri, menyapu bagian celana belakang, lalu meninggalkan area pemakaman.