Hati yang Terbagi
"Tak masalah dengan perasaan Alina, Ma. Hanya kami ingin mandiri saja. Selama ini merepotkan Mama dan Papa. Sudah saatnya kami mencoba hidup berumah tangga, menikmati ujian tanpa selalu dibantu oleh Mama."
Mama tergugu. Kami pun bertangisan, memang begitulah fitrahnya. Saat bersama akan selalu ada perselisihan dan rasa di hati yang merasa tersakiti. Namun, ketika sudah berpisah, sedih dan tak rela pun melanda.
****