Mendengar 'Harusnya Aku' selalu bikin aku merinding—lagu ini dinyanyikan oleh Fiersa Besari, musisi sekaligus penulis yang karyanya sering nyentuh hati. Liriknya bercerita tentang penyesalan seseorang yang menyadari kesalahannya setelah hubungannya hancur. Kata-kata seperti 'Harusnya aku jadi yang pertama mengerti' atau 'Harusnya aku tak egois seperti dulu' menggambarkan bagaimana dia menyesali sikap egois dan kurang perhatian. Fiersa berhasil bungkus rasa sakit itu dalam melodi sederhana yang justru bikin lagunya terasa lebih dalam. Aku suka cara dia memakai metafora halus, misalnya 'kini kau telah pergi seperti hujan di musim kemarau'—gambaran betapa kepergian sang kekasih terasa begitu pahit dan tak terduga.
Bagi yang pernah alami patah hati karena kesalahan sendiri, lagu ini kayak tamparan. Aku sendiri pernah nangis dengar ini pas lagi down, karena ingat masa lalu yang gagal diperbaiki. Fiersa emang jago banget ngubah pengalaman personal jadi sesuatu yang universal, sampai pendengarnya bisa relate tanpa perlu penjelasan panjang.