Membalas Mertua dan Suamiku
“Ima!”
“Apa, Bang … aku enggak budeg, enggak perlu teriak segala,” sungutku.
Diri ini mendadak labil, muak juga kesal. Kuayunkan kaki melangkah menjauh dari mereka. Sekarang, rasanya ingin pergi saja dari muka bumi ini.
“Ima! Mau ke mana kamu?”
“Mau healing. Capek, Bang. Sudah, ya? Aku mau healing, mau refreshing.”