Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Ternyata itu semua bohong, ia hanya dimanfaatkan untuk mendonorkan sumsum tulang buat Maya! Mobil Bentley perlahan melaju memasuki kawasan vila. Pukul dua belas malam, ponsel Jordan berdering. Wulan sempat melirik layar, tertulis [Maya Imut]. Jordan menggeser layar untuk menolak panggilan. Jari-jarinya yang panjang menyentuh layar beberapa kali, lalu tak lama kemudian, ia berdiri dan buru-buru pergi.
8.944.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai hembusan
Baca
+Pustaka
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Aetheryn menggema dalam bayang, tidak seperti tombak, melainkan seperti pilar gaib yang menciptakan ruang kosong di tengah keriuhan. Dari ujung jemarinya, ia memanggil air tipis yang ia pelajari dari pipa-pipa kota—Hujan Tiris; bukan deras, hanya kabut sejuk yang menempel di kulit, menenangkan mata yang pedih gas. Kabut itu tidak menghalangi, hanya memberi jeda bernapas. Kael menenun Sutera Lumen di atas kepala massa—benang nyaris tak terlihat yang menunda momentum lemparan, memperlambat batu yang semestinya melayang.
927 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai hembusan
Baca
+Pustaka
Tumbal Pengantin Iblis

Tumbal Pengantin Iblis

Bersambung. @lovely_karra
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai hembusan
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
KarRa
Bab 74 masih sedikit revisi, mungkin akan tersedia hari senin. Tidak mengubah alur dan isi cerita di bab tersebut, hanya menambahkan jumlah kata agar nyaman dibaca. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan selamat membaca.
Kiki Sulandari
Gavin berhasil membuat Ellard & Lamont melihat ritual yg dilakukan klan peramal & penyihir Apa yg akan mereka lakukan selanjutnya? Gambaran masa depan tentang apa lagi yg telah dilihat Sekar? Akankah terjadi sesuatu pada sang nenek?
Baca Semua Ulasan
Cinta yang Mengalir Pergi

Cinta yang Mengalir Pergi

“Asistenku, si Mita, bilang tas ini koleksi terbaru. Edisi terbatas. Cocok dijadikan tas ibu yang baru melahirkan.” “Dan… mainan ini juga khusus kubeli. Katanya paling cocok buat bayi yang baru lahir,” ucap Andika panjang lebar dengan sedikit gugup, tapi matanya justru terlihat berbinar. Sorot matanya membuatku terpaku, tanpa sadar aku pun berkata, “Andika… anak kita sudah…” Belum sempat aku menyelesaikan kalimat itu, Andika memotongnya, “Mita bilang… HPL-mu akhir Desember, ‘kan?”
11.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai hembusan
Baca
+Pustaka
Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Setelah mencambuk 27 kali, Rehan baru membuang cambuk berlumuran darah itu dengan terengah-engah. “Calista sudah punya hidup baru, sedangkan aku sudah tua dan malas mengurusmu lagi.” Rehan berdiri sambil terbatuk, lalu menghela napas dan melanjutkan, “Semoga kamu nggak nyesal suatu hari nanti.” Kayden hendak menjawab. Namun, begitu membuka mulut, dia malah memuntahkan darah. Kemudian, pandangannya menjadi gelap dan dia pun jatuh pingsan.
10.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai hembusan
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

📜 Suara Pembaca Tiba-tiba, angin berhembus. Tapi itu bukan angin biasa. Angin ini membawa huruf. Kata-kata tak dikenal menari di udara, berjatuhan ke lantai seperti daun gugur — tapi bukan daun, melainkan frasa. Frasa dari luar. "Mereka terlalu dekat dengan kebenaran." "Jangan biarkan mereka menulis ulang kalimat akhir."
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai hembusan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status