Menggali kehidupan wanita penghibur di masa lalu selalu membuatku terkesima. Mereka bukan sekadar figur hiburan, tapi juga penjaga tradisi seni yang kompleks. Di Jepang era Edo, misalnya, geisha menghabiskan tahun pertama hanya untuk belajar teh, kaligrafi, dan instrumen tradisional sebelum diperbolehkan tampil.
Kehidupan sehari-hari mereka diisi dengan latihan ketat sejak subuh, menyiapkan kimono yang rumit, dan menghadiri jamuan malam. Yang menarik, banyak dari mereka justru menjadi patron seni dan trendsetter fashion di zamannya. Meski stigma sosial selalu mengikuti, tak sedikit yang mampu membangun jaringan elite dan meraih kemandirian finansial melalui keahlian mereka.