Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Avelynnesedikit keluh malam inikering sudah air matakumadara aku hampir matiding dong kudatang padamu bukalah pintu
Dengungan pening yang membuat pandanganku berputar.
Aku mencoba berdiri, berpegangan pada pinggiran wastafel marmer.
Aroma reed diffuser berwangi ylang-ylang dan sandalwood yang biasanya menenangkan, tiba-tiba menusuk hidungku. Baunya terasa tajam, manis, dan... menjijikkan.
Rasanya seperti mencium parfum yang disemprotkan ke daging busuk.
"Huek!"
Perutku berkontraksi hebat. Tanpa peringatan, isi lambungku mendesak naik.