Pesugihan Kandang Bubrah
Dengan perlahan, Ustadz Harman mendorong pintu rumah yang sudah rapuh itu.
Kreeekkk…
Begitu pintu terbuka lebih lebar, asap hitam langsung menyembur keluar.
Jatinegara mundur, menutup hidung dan mulutnya dengan lengan. “Baunya busuk!”
Lila juga merasakan hal yang sama. Bau ini bukan sekadar asap, melainkan aroma sesuatu yang membusuk, seperti daging yang telah mati berhari-hari.
Namun, yang paling membuat mereka merinding adalah suara yang kini terdengar dari dalam rumah.