Istriku Seorang Juragan
"mau secapek apa pun kalau sudah menyinggung kewajiban harusnya bisa tanggung jawab. Toh, tujuan hidup kita di dunia itu untuk apa? Cuma menunggu mati kang, kalau mau matinya dalam keadaan baik ya amal shalehnya harus di kerjakan. Lagi pula, mau sampe titik darah penghabisan untuk mengejar dunia kalau Allahnya aja gak ridho tetap akan sia-sia. Udah mah capek di dunia, eh di akhirat malah dapat laknat. Rugi bener. Usaha, ikhtiar tanpa doa serasa sia-sia kang. Ayo bangun!"
Kupingku rasanya begitu panas mendengar ceramahan Jingga sepagi ini. Ingin rasanya aku marah, tapi apa boleh buat? Perkataan jingga pagi ini terdengar mengerikan tapi ada benarnya juga. Hidup hanya untuk mati, untuk apa aku
Hot Chapters