Nadira
Gibran yang baru saja selesai mandi dan mendengar keributan di lantai satu segera keluar dari kamarnya, menuruni tangga dan mengeryit melihat banyak sekali orang.
"Wih ada apa ini kumpul-kumpul, ada yang mau bagi-bagi jodoh ya?"
Semua orang menoleh, Nadira yang sudah berhenti menangis kini duduk manis di samping Nindia, duduk bersila dengan satu toples biskuit kesukaannya, biskuit bayi.
Teman-teman nadira jelas saja bingung, mereka tidak pernah melihat cowok yang berdiri tak jauh dari tangga.
Hot Chapters