Tukar Ranjang
Ia tampak berpikir keras, namun tak ingin langsung menyimpulkan.
“Pantas saja perusahaannya bisa jatuh hanya dalam sekejap tanpa aba-aba,” ujarnya pelan, seakan berbicara pada dirinya sendiri. “Kehilangan pasangan hidup ataupun orang yang dicinta seperti kehilangan nyawa yang dicabut secara paksa. Jangankan mengurus pekerjaan, mengurus diri sendiri saja tak lagi ada semangatnya."
"Jadi menurut Mama, lanjutkan atau berhenti sampai di sini?"