Heavenly Rift
Tapi tiba-tiba, cahaya lain muncul.
Hitam.
Bukan gelap seperti malam. Tapi seperti retakan di atas permukaan kaca: patah, tak menyatu, dan menolak cahaya. Diam. Mematung di balik pepohonan, seolah menanti.
Refleks, Hana memalingkan wajah.
Mata mereka bertemu.
Bukan secara fisik, bukan secara nyata—tapi lewat aura. Ia tahu... seseorang ada di sana.