Shadow of The Past
Dia tahu, pria itu sudah mengetahui kondisinya, persis seperti yang dia kira.
Dia yakin, Hiroki akan memahaminya, memakluminya. Rasa percaya ini membuatnya lupa bahwa keinginan itu sangatlah egois.
Jawaban Hiroki seperti menamparnya.
“Kita masih bisa mempertimbangkannya,” ungkap Hiroki dengan pelan, bebas dari nada menghakimi. “Ketertarikanmu terhadap banyak hal bisa tetap kau pertahankan, Airi. Waktu luang akan membebaskanmu untuk menekuni hobi lain. Terlebih lagi, jika sudah berumah tangga nanti akulah yang akan menanggung seluruh biaya hidup kita; aku, kau, dan Kazuki-kun. Kau takkan perlu lagi memikirkan tentang biaya dan bisa berfokus untuk mencoba melakukan hobi-hobimu. Bukankah dulu k