Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nightmare

Nightmare

Bak sebuah mantra yang akan membuatku tenang setelah mengatakannya. Aku bergidik ngeri ketika melihat kembali kertas yang ada bercak merah itu, tiba tiba saja layar di Hpku berkedip beberapa kali. Aku menatapnya sekilas, mengabaikannya. Namun ada sebuah nomor tak kukenal yang terpajang di layar tersebut, beberapa kali. Hingga dengan terpaksa aku pun mengangkatnya. Diujung telpon sana terdengar sebuah lagu yang begitu asing di telingaku. Reverse. Lagu yang tak begitu jelas dan hanya berisi sebuah jeritan-jeritan tak jelas seperti suara kelelawar, suara seorang perempuan bersenandung dan bahkan suara tawa anak kecil. Oh tuhan?!
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai horn danmachi
Baca
+Pustaka
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

"Fatma... Kenapa kaget?" tanya Pria itu. "Jordan...sedang apa kamu disini?" tanya Fatma. "Aku ingin bertemu dengan mu," kata Jordan. "Fatma aku duluan ya, karena aku udah ada janji." kata Hani. "Iya Han makasih ya," kata Fatma. Hani meninggalkan Fatma bersama Jordan. Mereka tampak kikuk saat berduaan seperti itu.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai horn danmachi
Baca
+Pustaka
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Arman tak sempat lari maupun mengelak ketika Menur menancapkan kukunya yang runcing tajam ke bola mata kanan pria itu. "Arrggh!" Teriakan Arman membungkam katak rawa, menghentikan jangkrik yang mengerik, membuat burung hantu mengarahkan kepalanya ke sumber suara. Di detik-detik terakhir, Arman masih berusaha berontak melepaskan diri. Namun sayangnya kuku Menur yang tajamnya seperti pisau baja telah menembus kepala Arman hingga ke tengkorak belakang sang duda.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai horn danmachi
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Primadona

Dendam Sang Primadona

Peringatan Berdarah Setelah lima belas menit yang terasa seperti seumur hidup, pertarungan akhirnya berakhir. Lima pria bersenjata tewas, sementara sisanya melarikan diri sebelum bisa ditangkap. Dimitri berdiri di tengah kekacauan itu, darah menetes dari lengan kirinya yang terkena goresan peluru. Dia mengabaikan rasa sakitnya dan berjalan ke arah salah satu pria yang masih hidup.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai horn danmachi
Baca
+Pustaka
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

ujar Roland dengan nada mengejek. "Cantik, gimana kalau bareng Om aja, ya? Om lebih muda tiga tahun dari Om mesum ini, plus dia belum pernah sama sekali lho. Yakin deh, Om bisa memuas..." Belum sempat Roland menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja terasa hantaman keras di lehernya yang membuat pria itu pingsan seketika. Lilly terkejut melihat peristiwa yang terjadi di depan matanya itu.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai horn danmachi
Baca
+Pustaka
Kuro Dan Naga Warisan

Kuro Dan Naga Warisan

Dan di tengah kobaran api itu, berdiri sesosok makhluk mengerikan. Tingginya hampir tiga meter, dengan tubuh bersisik hitam yang tampak sekeras baja. Sepasang tanduk menjulang dari kepalanya, dan mata merahnya bersinar seperti bara api. Di tangannya, ia menggenggam pedang besar berwarna gelap, yang setiap ayunannya menghancurkan apapun yang dilewatinya. Akihiro menggertakkan giginya. "Ryukiro…" desisnya penuh kebencian.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai horn danmachi
Baca
+Pustaka
Hayu

Hayu

“Murahan, lepas dari pelukan lelaki satu, langsung ke pelukan lelaki yang lain, sungguh luar biasa.” Kuping Hayu memanas , namun sekuat tenaga dia menahan rasa emosi yang hadir di dalam dadanya. Dia tidak boleh mempermalukan dirinya sendiri, percuma meladeni orang yang tak memiliki adab dan selalu berpikiran negatif pada orang lain, Candra yang sudah berada di samping Hayu mengajaknya masuk menghampiri Sean dan sekretarisnya, Dina. “Kenapa mukamu bermuram durja, bukannya kamu senang, sebentar lagi bertemu dengan Dina.”
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai horn danmachi
Baca
+Pustaka
Ikrar Dendam

Ikrar Dendam

Seorang pria berjas hitam masuk dengan wajah tegang. "Pak Darma." Ucapnya. Dia adalah tangan kanan Darma, namanya Varo. "Masuk." Pria itu melangkah masuk sambil menundukkan kepala, tanda hormat pada seorang atasan. "Ada perkembangan yang harus Bapak ketahui." Ucapnya. Darma tidak menoleh. Ia tetap tenang dengan posisinya, tanpa menunjukkan rasa penasaran sedikitpun.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai horn danmachi
Baca
+Pustaka
STARMOON

STARMOON

Ada banyak dendam dibenak dominic saat melihat Louis diluar dengan pedangnya, dengan senang hati penjamuan akan ia berikan pada rival nya itu Membuka dengan kasar gerbang pintu mansion yang sudah sangat tua di atas bukit Georgia, melangkah masuk adalah sebuah kesalahan , seluruh panah menghujani tubuh Louis tanpa pengaman ini, dan mencucurkan banyak darah dilantai mansion Tepukan tangan dari Dominic membuat Louis semakin runtuh ia menjatuhkan tubuhnya tanpa tenaga, Dominic muncul dengan tenangnya dan menutup gerbang itu, ia memberi banyak pukulan diwajah tampan tsar louis membuat tsar dengan luka itu tak mampu melakukan apapun
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai horn danmachi
Baca
+Pustaka
JandA

JandA

tanya pria itu lagi. Pria yang memakai jas serba hitam di sebelah pria itu pun segera memberikan ponselnya dan tanpa diduga, sim card yang ada di ponselnya dicabut dan dipatahkan oleh pria yang membawa Aline ke kamar. "T-Tuan Baron?!" kejut pria yang juga asisten pribadi dari pria yang bernama Baron Ansel Arsenio itu. "Beres, kan? Sekarang Tuan Daniel tak akan bisa menghubungimu lagi." Tandas Ansel menguarkan senyumnya.
105.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai horn danmachi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status