Dendam Dan Pengkhianatan
“Aku tahu bagaimana kau merasakan semuanya. Mulai dari dendam dan sakit hati serta ketidak adilan dari semua yang kau alami dalam hidupmu, bukankah begituuuu...?”
Tom, laki-laki berbadan gagah dan memiliki wajah dan rupa tampan duduk sembari menatap Monic yang kini tengah memandang gedung-gedung pencakar langit, di balik jendela ruangan sang pemimpin perusahaan besar itu. Dendamnya benar-benar bergejolak dan tekadnya keras seperti baja, sekali pun tak akan bergeming dengan apa yang dia inginkan.
“Kenapa kau tidak menyerahkan semua hal ini pada keadilan yang seharusnya kau dapatkan?”