Hajatan di Rumah Ibu
Aku hanya mengangguk pelan, tak ada niat menjelaskan lebih jauh.
“Ya ampun, Sitah! Kamu ini anak Bu Fatma atau bukan, sih? Kok, acara sebesar itu nggak tahu! Semua saudaramu ada di sana. Kamu malah nggak tahu apa-apa,” Bibir Bu Marni meliuk-liuk, saat menceritakan itu. “Ibumu itu hajatan aqiqah, potong kambing beberapa ekor. Besar sekali acaranya,”
Aqiqah? Ibu? Aku berusaha mencerna kata-katanya, tapi rasanya seperti ada sesuatu yang menusuk dadaku. Kalau benar ada hajatan sebesar itu, kenapa aku tidak diberi tahu?
Hot Chapters