Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KURENSIA

KURENSIA

“Halo Pak Dion, saya Aira.” Dion mengangguk, “Halo Bu Aira, saya Dion, asistennya Pak Agarish.” Aira membulatkan mata nya tidak terima. “Aku masih muda, usia ku masih belasan tahun. Jangan panggil Bu.” protes Aira Agarish terkekeh “Panggil saja Aira.” ucap Aira “Baik, Aira.” “Dion, anda boleh pergi.” usir Agarish
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Hagan melanjutkan membaca kalimat-kalimat yang berisi poin-poin dirinya yang Liara tulis di kertas itu. "Rambutnya hitam, berpotongan pendek. Kulit putih, mirip vampir. Kau pernah lihat vampir?" Liara mengangguk. "Edward. Di film." "Iris matanya hitam, gelap. Gigi taringnya bagus." Hagan tertawa di poin terakhir. Baru kali ini ia tahu ada orang yang memuji gigi taring orang lain. "Ada tahi kecil di tengkuk dan dekat rusuk. Paling benci jika kakinya disentuh saat tidur."
9.534.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
FIORE

FIORE

Iris membungkuk, memberi hormat. “Salam kenal,” kata Aria dengan suara yang terdengar ceria. Iris tidak menyangka akan sambutan seperti itu. Aria memiliki rambut panjang acak-acakan, sebatas pinggang, berwarna pirang yang sangat pucat dan kedua mata memiliki kantung mata yang terlihat menonjol. Iris merasakan aura yang aneh darinya. Mungkin karena ia masih memakai kacamatanya di atas kepala atau karena penampilannya saat ini.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
REUNI

REUNI

"Nggak boleh. Yang lain aja, itu seafood. Nanti alergi lo kambuh." Eh, iya, kah? Aku kembali melihat gambarnya yang tampak menggiurkan. Ternyata komposisi utamanya adalah scallop, salah satu moluska yang hidup di perairan laut. Ketika aku kebingungan memilih menu, Giko membantuku membuka halaman menu lainnya. "Nah, ini saja. Di menu-menu ini terbuat dari olahan ayam." Dia membuka halaman berikutnya. "Kalau ini menu-menu olahan daging. So, lo mau yang mana?"
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai huir
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Baca Semua Ulasan
Handa

Handa

Flashback off Handa mengalihkan pandangannya dan menarik nafas dalam-dalam. Dia menundukkan kepalanya, bulir-bulir bening air mata menetes di pahanya. Handa mengusap air mata di pahanya, dengan sedikit gerakan maju tangannya sudah mengepal, lalu memukul pelan pahanya berusaha memberi kekuatan pada dirinya sendiri. Handa mengangkat kepalanya sambil menarik nafas dalam-dalam, dengan punggung tangannya Handa menyeka air mata yang telah membasahi pipinya, lalu pandangannya kembali beralih keluar jendela menyaksikan pemandangan alam Laut Jawa yang indah. Handa melepas ikatan rambutnya lalu menggunakan ikat rambutnya sebagai gelang di tangan kirinya, ia mulai menyandarkan kepalanya lalu melemparka
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
Viona

Viona

Vio mendengus, ia kembali masuk ke dalam air berenang menghampiri Levin. "Aaaaa!!" pekik Levin, ia terkejut saat kakinya ditarik, membuatnya terseret masuk ke dalam air. Vio menyembul ke permukaan, kini giliran dirinya yang tertawa terbahak-bahak menertawakan Levin yang terbatuk-batuk akibat kemasukan air laut. "Asin," gerutu Levin, menjulurkan lidahnya. "Emang enak, syukurin. Itu pembalasan buat lo. Karena udah ceburin gue," cibir Vio, menjulurkan lidahnya.
1069.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai huir
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Sari Yanti
terima kasih sdh buat cerita nya bgs ga bertele2 ,, tp sayang cerita nya ada yg di gantung,, itu knp tiba2 Dimas pergi ke luar negeri tanpa alasan,, dan apa yg di katakan om Anton sm keluarga nya Levin kok tiba2 berubah JD baik,,, bikin penasaran ...,, klu bisa bikin lanjutan nya dong ...,,,
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Lusia

Lusia

Aroma masam yang sangat Lusia kenal, aroma anggur. Entah kenapa, dari sekian banyak aroma, laki – laki segarang Aaron justru memilih aroma anggur yang kuat, untuk parfumnya. Aroma masam yang segar, tanpa sadar Lusia menghirup habis aroma parfum Aaron. Sebuah candu yang baru. Lusia baru kali ini menyadari aroma tubuh Aaron yang menyatu dengan parfumnya.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
Firdaus

Firdaus

Kemudian mata haikal yang hampir mengeluarkan air mata. "Apa mau gua dari elu?" Firdaus mengulang pertanyaan Haikal. "Cuma elu, gak kurang, gak lebih," ujarnya sambil memapah Haikal untuk berdiri. "Mulai sekarang, lu milik gua. Lu gak akan bisa kabur dari gua. Paham? Tapi tenang, gua gak akan ngajak lu baku hantam kok. See ya, mine," Firdaus berbisik sangat perlahan dengan napas yang sengaja ia hembuskan kuat-kuat ke telinga Haikal, memastikan agar setiap kata-katanya berkubang di otak Haikal, mengusap kepala haikal yang terasa panas, lalu mencium pelipisnya sekilas.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
MOIROE

MOIROE

Namun, seingatnya ada air suci yang mampu membunuh Hydra tepat sesaat setelah seseorang memenggal kepalanya. Masalahnya dia tidak tahu apakah fakta itu sama dengan dunia ini. Bahkan jika itu ternyata sama, dia masih tidak tahu apa nama air suci itu dan apa bentuknya dalam dunia ini. Mungkinkah itu benar-benar seperti air ataukah hanya perumpamaan? Dia tidak bisa mengambil resiko dengan mengatakan hal yang tidak pasti seperti itu pada yang lainnya. "Isaura... Hei Isaura! Kenapa kau malah melamun? Apa yang salah?" Cato mengayunkan tangannya tepat di depan wajah Isaura.
1025.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 856 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
Esterina Allen
:D :D :D Sumpah ih baru baca satu kalimat langsung baper. Abis ngajakin putus gitu. Trus aku langsung sedih deh. Oke, aku akan bertahan. ini baru satu bab ... masih ada beberapa bab lagi. awas kalo nggak happy ending, aku bakal nangis.
Buah_Kaktus
Aa, Neng ikhlas klo Aa nikah ma sahabat Neng. Mamah Aa pun lbh suka ma Desi karena suka ngirim2 masakan kan? Neng ikhlas Aa, Aa harus patuh ma orang tua... dadah Aa, mdh2n ada keajaiban selanjutnya.. apa kudu Neng kirim2 masakan juga le mamah Aa? 😁😁 Seru Thor, lajut kuy...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status