Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HURT

HURT

Desember 2018, Hongdae. SIAL! Cho Ae Ri meletakkan pensilnya dengan gusar seraya mengempaskan punggung ke sandaran kursi. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkannya lagi dengan perlahan. Perasaan tak nyaman yang melanda Ae Ri sejak semalam masih saja tak mau hilang, bahkan semakin menjadi-jadi hingga membuat dadanya serasa mau meledak.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
Undefined Hurt

Undefined Hurt

Sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel milik Kia. From : Astri Lama bgt belinya, buruan plg, aku lapar! Kia menghela napasnya, kemudian jari-jari lentiknya menari di atas keyboard untuk mengetikkan sesuatu. To : Astri Hujan. Aku nunggu dulu di sini.” Sedetik setelah Kia mengirimi pesan kepada Astri, gadis itu langsung membacanya. From : Astri
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Begitu memasuki rumah makan, seorang pelayan menyambut kami dan memberikan daftar menu. "Haruan cacapan limau kuit," ujarku pada pelayanan rumah makan. Ikan haruan atau ikan gabus memang sangat sempurna saat dipadukan dengan cacapan limau kuit. Cacapan limau kuit sejenis sambal berbentuk cair, terbuat dari irisan bawang merah mentah, diberi irisan limau kuit serta cabe rawit. Tak lupa garam dan air secukupnya. Rasanya sangat segar. Menggugah selera.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

“Bentangkan layar. Cepat! Cepat!” Layar hitam yang bertuliskan “Hantu Samudra” dan ditulis menggunakan tinta putih berkibar tertiup angin menuju ke laut lepas. Long Wei menghampiri ayahnya yang mengamati dalam diam di buritan kapal. “Ayah, orang-orang Zhu tidak mau melepaskan kita.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

tunjuk ibu Hasnah yang membuat Tenri sujud bersimpuh di kaki ibunya. “Maak … maafkan Tenri, Mak … ampuni Tenri. Tenri tidak bisa kawin sama Faisal, Saya yakin kalo mas Tyo yang lebih baik untuk Tenri. Ampuni saya Maak ….” Tenri tunduk mencium kaki ibunya sambil menangis tersedu-sedu. Tyo pun duduk berlutut di samping Tenri, wegdes ibu Hasnah meluncur dengan keras hingga membuat pipi Tyo menjadi memar.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
U

U

Yuda mengangguk dan menuruti permintaan Yura sambil menuntun sepedanya. "Silahkan." ucap si wanita penjual makanan yang dihampiri oleh Yura. "Mbak, aku mau telur gulungnya ya. Seporsi isi berapa ya?" "Isi 5 kak, mau berapa? "Kamu mau juga kan Yud?" Yura menatap Yuda. Yuda tersenyum mengiyakan. Yura pun senang dengan respon yang diberikan oleh Yuda. "Ya udah buat dua porsi ya mbak." si penjual mengangguk dan langsung membuat telur gulung pesanan Yura.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
SANG KAPTEN

SANG KAPTEN

Doorrr . BERSAMBUNG
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 915 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
Harapanku

Harapanku

Supir pun merasa kebingungan, mengapa tiba-tiba bis yang dia kemudikan menjadi blong rem nya, padahal sebelumnya baik-baik saja. " Ya allah... mas aku takut. " Ungkap Ibu sambil menangis dan memeluk suaminya. " Istigfar, mengucap Allah akbar, dan bersahadat terus Bu. Berdoa semoga kita di beri umur panjang, jika Allah masih berkehendak. " Ayah mengingatkan dan menenangkan istrinya. Kring... Kring...
2.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai huir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status