Istri Alim untuk CEO Anti-Wanita
Ia pun menanyakan maksud menangis yang kata Salma tidak sedih.
"Lalu, kenapa menangis?" tanya Fariz.
"Aku terharu, Capa," jawab Salma.
"Karena?" Fariz mengernyitkan kening, masih belum paham betul.
"Karena kita bisa saling mencintai dengan tulus, kau sangat meratukanku, kau selalu peduli dalam setiap langkahku." Salma memandang suaminya.
"Kita? Kenapa baru menangis sekarang! Kemarin ke mana aja air matanya?" tanya Fariz pura-pura marah.