Rahim Penebus Dosa
"Tujuan menikah, 'kan, supaya bebas berhubungan sex. Kalau dibatasi kayak gini, apa untungnya kita nikah?"
Lagi-lagi rengekanku diabaikan. Dia menatapku dengan netra sipitnya yang sayu.
Ya, ini memang salahku. Seharusnya sebelum menikah aku bertanya lebih dulu, apakah ada aturan yang ingin dia ajukan atau tidak. Aku yang menganggap pernikahan ini seperti pernikahan normal lantas setuju menikah tanpa mengetahui bahwa Jevin Putra Adendra-lelaki yang lima jam lalu mensahkan diri menjadi suamiku-telah mempersiapkan post-marriage requirements yang rumit. Ya, sebenarnya tidak rumit, mudah malah. Namun, tetap saja menurutku semua persyaratan yang dia ajukan tidak masuk akal. Kenapa dia enggak minta
Hot Chapters