Hoffen
“Apa lo enggak bisa nanya ke gue, wanita gemuk? Punya mulut, kan? Gunakan mulut lo buat bertanya!”
“Ma-maaf,” ujar Trisha berpura-pura menyesal.
“Sudah lah, ganti yang dingin,” ucap Zihan memberikan gelas kopinya ke Trisha.
Trisha mengangguk. “Baiklah,” ucapnya mengambil gelas itu, lalu berjalan meninggalkan ruangan itu dengan malas. Kesabaran Trisha masih tersisa sedikit, itu pun berkat permen yang dia bawa. Kini permen itu tersisa dua, padahal tadi dia membawa sangat banyak. Menandakan kalau Trisha sudah sangat kesal sejak tadi, tapi dia berusaha untuk menahannya.
Bab Populer