Pesan Nyasar Dari Sahabatku
“Nggak. Aku nggak terpaksa, kok. Kamu harus janji, tapi. Setelah aku cerita, tolong jangan membuat stigma buruk padaku apalagi sampai ilfeel.”
“Ilfeel? Memangnya aku pernah punya feeling, sampai harus ilang feeling segala?” tanyaku sok takjub sambil mengerutkan kening.
“Hmm, aku salah terus perasaan.” Kedua bahu Chris melorot. Napasnya terdengar berembus dengan masygul. Kasihan cowok itu. Sepertinya sekarang jadi merasa serba salah.
“Nggak. Kamu nggak salah. Aku aja yang terlalu sensi,” jawabku.