Bukan Pasangan Impian
Aris masih mendongak menatap langit, netra matanya menangkap dua ekor burung yang terbang bersama, seolah meledek Aris yang masih sendiri sampai saat ini.
Berbicara sendiri sepertinya sudah menjadi kebiasaan untuk laki-laki satu ini, karena biasanya ada Anya yang mendengarkan celotehan panjang lebarnya.
“Anya, mami memintaku untuk menikah secepatnya, ayo pulang, aku menunggu mu di sini,” suara lirih Aris benar-benar terdengar menyedihkan.
Rintikan hujan membuat Aris perlahan bangkit dari duduknya, sepertinya semesta paham, dan ikut merasakan kesedihan yang dialami laki-laki satu ini.
Hot Chapters