My Light
Karena, esoknya tidak bisa lagi.
“Ka-kau apaan sih?” Asya mencoba melepaskan diri.
“Tadi, kau tanya siapa aku, ‘kan?” tanya Rafan pelan, sebelah tangannya semakin mempererat pelukan dan sebelahnya lagi mulai terulur untuk mengelus lembut wajah Asya. “Rafan, itu namaku. Kalau soal diriku siapa atau apalah ... tidak akan kujelaskan, bisa-bisa membuatmu bingung dan takut. Juga, berakhir sakit kepala—sekedar mengingatnya, ‘kan?”
Hot Chapters