MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU
Guratan-guratan penyesalan dan kedamaian berbaur menjadi satu di wajah tampannya.
“Selamat jalan, selamat tinggal,” bisik Rayden lirih, suaranya terdengar serak, sarat akan emosi yang ia tekan dalam-dalam di pangkal tenggorokan. Ia menjeda kalimatnya sejenak, menatap lekat-lekat sepasang mata dalam foto itu untuk yang terakhir kali. “Istirahatlah yang tenang ... dan maaf atas semuanya.”
Kata ‘maaf’ itu terucap tulus, menjadi penutup dari segala riak, luka, dan benang kusut yang pernah mengikat hidup mereka di masa lalu. Kini, segalanya telah lunas dan selesai.
Hot Chapters