Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

kata ayah. "Belum," "Ini cerita saat nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud , adalah seekor burung Pipit di danau. Di danau tersebut burung pipit menghisap air dengan paruhnya yang mungil dan menyimpannya dengan hati-hati di dalamnya. Setelah itu, ia dengan cepat menuju api yang akan membakar Nabi Ibrahim AS. Begitu dekat dengan api, ia lantas menuangkan tetesan air dari paruhnya ke arah api. Lalu, ia kembali ke danau mengambil air. Hal ini ia lakukan berkali-kali. Melihat itu, seekor gagak bertanya, "Apa yang kau lakukan itu, Pipit?" Ayah berhenti sejenak, lalu mengambilnya nafas dan melanjutkan ceritanya.
1079.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai ibarat
Baca
+Pustaka
Sabitah

Sabitah

Pemuda itu membaca setiap kata yang ada, tetapi lagi-lagi dia tidak mengerti kenapa di dalam buku itu menjelaskan hal berbeda dengan kenyataan. “Tanah hijau? Hutan hujan? Bahkan savana? Apa maksudnya? Apa seperti hamparan rumput sintetis yang dibentang dari ujung pusat kota hingga monumen negara? Aku tidak mengerti ini. Kenapa Ayah mencatat semua hal yang tidak bisa aku temui di kota ini?” Reandra memijat pelipisnya yang tiba-tiba saja terasa pusing.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai ibarat
Baca
+Pustaka
Pena Ajaib

Pena Ajaib

tanya Bintang pada pemilik warung saat dirinya tidak melihat adanya Ocin “Toilet Den,” jawab bapak pemilik warung lantas kembali masuk ke dalam. “Cie... baru bertemu tadi pagi, sudah kangen saja sama si Babu,” ledek Toni. “Sembarangan! Gue takutnya dia balik lagi ke rumah atau nekat masuk kelas,” terka Bintang kemudian mulai menyantap sarapannya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai ibarat
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

Sikap ibu Dibyo sangat dingin sudut matanya melirik ke arah Tenri tanpa keramahan untuk menantunya. “Ibu, perkenalkan ini Tenri, Andi Tenri Bungauleng, istri Tyo.” Ucap Tyo dengan penuh harap jika ibunya mau menerima kehadiran Tenri sebagai istrinya. Tenri mengulurkan tangannya untuk menyalami ibu mertuanya tapi ibu Dibyo hanya melihat tangan Tenri itu tanpa berniat membalas uluran tangan menantunya. Dia malah menarik lengan anaknya ke arah kamar tidurnya.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai ibarat
Baca
+Pustaka
ARABELLA

ARABELLA

Brukk "Awhhh," "Araaa"
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai ibarat
Baca
+Pustaka
Harapanku

Harapanku

Supir pun merasa kebingungan, mengapa tiba-tiba bis yang dia kemudikan menjadi blong rem nya, padahal sebelumnya baik-baik saja. " Ya allah... mas aku takut. " Ungkap Ibu sambil menangis dan memeluk suaminya. " Istigfar, mengucap Allah akbar, dan bersahadat terus Bu. Berdoa semoga kita di beri umur panjang, jika Allah masih berkehendak. " Ayah mengingatkan dan menenangkan istrinya. Kring... Kring...
2.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai ibarat
Baca
+Pustaka
Istri Manis Om Yuda

Istri Manis Om Yuda

tanya Yuda dengan suara yang hampir terdengar seperti cicitan anak ayam. "Biar aku bisa gambar kepala Mas kaya gambar di kepalanya ai Aang, Avatar itu loh. Kan keren Mas," jawab Kayla dengan santainya. Tawa keluarga semakin keras. Raka sampai memegangi perutnya karena tidak bisa berhenti tertawa. Sementara itu, Yuda berusaha mencari jawaban yang bisa
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai ibarat
Baca
+Pustaka
THE CURSED MIKO (INDONESIA)

THE CURSED MIKO (INDONESIA)

Mengucap kata-kata kasar adalah sesuatu yang terlarang di keluarga Akibara. Itulah kenapa ketika Rin merasa ingin menyumpahi Kyeo, di dalam hati ia sedang menyandingkan iblis itu dengan segala jenis hewan lucu yang bisa diingatnya. Kucing, kelinci, panda, anak panda, monyet, anak ayam .... Netra kuning Kyeo fokus memandang punggung Rin yang bergerak cepat menjauh darinya. Iblis itu mendorong beberapa pejalan kaki yang menghalangi pandangan, membuat orang-orang segera berlari ketakutan begitu melihat seringai lebar Kyeo yang begitu mengerikan.
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 817 kali sebagai ibarat
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

saran Irine tiba-tiba. “Hah? Gila kamu! Kamu mau mandi bareng buaya-buaya itu?” tanyaku heran dengan pemikiran Irine, meskipun tampangnya polos tapi ternyata, ckckckck. “Lebih baik mandi sama buaya daripada sama hantu!” bela Irine yang bergidik ngeri membayangkan mandi dikamar mandi pojok, bawah pohon bambu. “Ide cemerlang!” kata Ida mengangkat jari telunjuknya di samping kepala, mirip orang yang sudah memecahkan soal matematika yang paling rumit sambil tersenyum picik.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai ibarat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status