Jelajah Jelita
“Hhhhmmm… kenapa sih Ibu selalu begitu?”
“Lho, memangnya maksud kamu Ibu selalu bagaimana? Apa Ibu salah, ya?” Ibu Jelita merasa diprotes oleh anak tertuanya.
“Kenapa sih Ibu selalu begitu? Begitu menenangkan, begitu halus, begitu lembut, dan begitu sabar. Jelita kan jadi terharu, Bu! Hahaha,” Jelita menitikan air matanya lantaran terharu oleh sikap Ibunya yang tidak pernah menggurui ataupun menuntut. Ibunya percaya bahwa semua orang menjalani waktunya dan porsinya masing-masing, sehingga menurutnya hidup ini bukanlah sebuah kompetisi untuk membandingkan diri sendiri dengan pencapaian orang lain. Jelita memeluk erat Ibunya dan mengucapkan beribu rasa terima kasih.
Hot Chapters