BENALU
Lagi-lagi aku menyeringai menjatuhkan.
“Istri yang sempurna? Emang Ibu dulu menjabat predikat istri sempurna?” tanyaku seraya tawa mengejek. Membuat ibu makin tersulut emosinya. Begitu juga dengan anaknya.
“Ibu itu bisa segala-galanya Dewi. Waktu Ibu masih muda seumuran kamu, Ibu bisa cari duit, bisa masak, bisa ngurus rumah, bisa ngurus anak, nggak pernah manja dengan suami. Jadi istri harus bisa segalanya! Makanya Ibu nggak suka kamu gaji pembantu. Hambur-hamburin duit saja, nampak banget pemalasnya,” ucapnya sambil menghitung dengan jari setiap kata yang dia ucapkan.