HADIAH MUKENA DARI IBU
“Ibu tidak lupa ‘kan? Mukena ibu yang sudah lusuh, aku ingin membawanya.”
Ibu menatapku sedih. “Apa benda itu berharga untuk kamu?”
“Aku ingin membawanya, Ibu.”
“Baiklah.”
“Ibu, apa kita bisa pulang kesini lagi? Aku ingin bertemu Suci.”
“Dinis, jangan pikirkan apapun! Ingat! Yang harus kamu lakukan setelah ini adalah belajar yang rajin dan ikut melayani majikan kita dengan baik.” Ibu meletakkan tangan di dadaku. “Kita harus sadar diri, kita orang miskin. Setelah ini, kita akan hidup menumpang. Kita pembantu. Maka sikapmu harus dijaga sebaik-baiknya di sana. Paham?”
Bab Populer