Aster [Indonesia Ver.]
Green berusaha mengenyahkan pikiran-pikiran buruk tentang Alta dan mengabaikan informasi dari Sindi, rasa percayanya pada Alta melebihi rasa percayanya pada siapapun.
Green kembali melanjutkan aktivitasnya mengeringkan rambut, tak lama kemudian Ponsel Green kembali berdering, nama Sindi memenuhi layar, Green segera mengangkat panggilan itu.
“Greennnnnnnnnnn.., lo keterlaluan banget, sih, kenapa ke Jogja gak ngasih tau gue? Gak mampir lagi!” teriakan Sindi cukup memekakkan, Green menjauhkan ponsel dari terlinganya.
Hot Chapters