Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kecelakaan dan Penyesalan

Kecelakaan dan Penyesalan

Ibu setiap hari di penjara menanggung siksaan batin sebagai seorang Ibu, kadang menangis, kadang tertawa, kadang berlari, kadang mengamuk, bahkan kadang memukul orang, sampai dua atau tiga petugas pun tak mampu menahannya. Akhirnya polisi tak punya pilihan selain memanggil dokter dari rumah sakit jiwa, Ibu didiagnosis mengalami gangguan mental akibat trauma psikologis dan dibawa ke rumah sakit jiwa. Seiring waktu, kondisinya makin parah. Setiap bertemu orang, Ibu akan berkata, "Anakku bernama Esmerina, dia diterima sebagai mahasiswa pascasarjana di universitas top dunia, sekarang sedang kuliah di luar negeri."
51.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai ihwal sesat pikir dan cacat logika
Baca
+Pustaka
DALAM JERATAN OBSESI PENGUASA TAMPAN

DALAM JERATAN OBSESI PENGUASA TAMPAN

Dibandingkan mereka, Stacy tidak masuk kandidat. "Vi, bisa tidak jadi orang itu jangan percaya banget sama orang lain." "Terus aku harus percaya sama siapa? Sama hantu gitu?" "Enggak gitu juga konsepnya. Percaya boleh tapi jangan bego." "Jadi aku bodoh?" Alahai, kenapa otak Livi mendadak lemot begini. "Bukan begitu maksudku, Vi. Maksud aku, kamu boleh percaya sama orang tapi tetap gunakan logika untuk menilai sikap mereka."
1050.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ihwal sesat pikir dan cacat logika
Baca
+Pustaka
Niat Menyamar Malah Dilamar

Niat Menyamar Malah Dilamar

Kalau seperti ini, penyamaranku menjadi cacat logika. Gajah mangan kawat tenan, iki. Gawat! ******
1050.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ihwal sesat pikir dan cacat logika
Baca
+Pustaka
Berbagi Luka

Berbagi Luka

Mengapa dunia masa kini penuh dengan hal-hal yang membuatnya ingin hilang saja? Naifkah jika Sara katakan bahwa ia kadang berpikir, sebenarnya yang salah di sini dunia atau dirinya? Ia kadang merenung dalam lamunan malamnya, bertanya pada nuraninya yang terdalam mengenai, apakah dunia benar sejahat itu hingga pantas untuk disalahkan? Ataukah sesungguhnya orang-orangnya lah yang aneh, hingga tanah tempat mereka berpijak pun ikut disalahkan. Atau sebenarnya bagaimana? Apakah itu dirinya sendiri yang terlalu busuk pikirannya?
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai ihwal sesat pikir dan cacat logika
Baca
+Pustaka
BERUANG GUNUNG ALTAY

BERUANG GUNUNG ALTAY

"Buktinya tidak ada sinyal, padahal di tempat lain ada." "Kalau tidak ada sinyal, bukan berarti hutan ini angker. Bisa saja lagi ada gangguan satelit." Kirei berpikir sejenak. "Benar juga. Aku nggak kepikiran sama sekali." "Otakmu sudah dipenuhi cerita takhayul sehingga logika tidak jalan." "Kamu sendiri baru kepikiran sekarang." "Otakku jadi lemot gara-gara dengar cerita pepesan kosong."
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai ihwal sesat pikir dan cacat logika
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 37 A Oleh: Kenong Auliya Zhafira Hati terkadang gampang goyah apabila dihantam beberapa penyataan yang mengarah kenyataan berdasar kebenaran. Apalagi jika itu tentang perasaan yang masih mencari arti dan tempat, pastinya akan dengan mudah terperangkap kata-kata penuh logika. Meski cinta kerap menggunakan bahasa hati, tetapi bisa saja ada saatnya logika bisa menduduki urutan pertama. Di mana kecewa mulai bicara karena hal-hal yang membuat buta sebab cemburu.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai ihwal sesat pikir dan cacat logika
Baca
+Pustaka
Istri Ku Sang Ratu Bumi

Istri Ku Sang Ratu Bumi

“Ini pertama kalinya saya tidak melihat ada yang cacat di logikamu…” “Gak segitunya kali, Wan. Gue kagak sebego itu juga,” protes Agni sewot. Ridwan tertawa kecil. “Dibanding kang Dean dan lainnya, lu tuh ya kadang-kadang gitu, bro,” timpal Iyad. “Istilah IQ seseorang merosot ketika sedang jatuh cinta, apa cuma berlaku buat gue doang ya?” Agni menggosok dagunya dengan telunjuk dan ibu jarinya.
9.919.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai ihwal sesat pikir dan cacat logika
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Joy
Beneran suka sama cerita ini. Makin kesini makin seru. Di awal mmg asuknya alur lambat, tapi justru ngasih hal baru yg beda sama novel2 lain, yg hampir sama tema ceritanya. Ditunggu up bab nya lg ya Thor
Bintang
Dear GoodReaders pembaca setia Aliya, Season 2-nya sudah ada yaa. judulnya : Ratu Bumi : Kebangkitan Sang Raja Teman2 bisa klik profil author utk pilih buku itu, atau klik di kolom pencarian dgn kata kunci RATU BUMI, atau ketik saja judul lengkapnya. Happy Reading all!!! ^,^
Baca Semua Ulasan
Sang Pengacara

Sang Pengacara

“Pak Ilham itu sebenarnya baik.” “Kalau baik, nggak mungkin kan, dia malsuin surat wasiat utinya mbak Ning,” celetuk Fika yang ikut merasa kesal dengan Ilham, karena pernah mencelakakan Abi. Beruntung suaminya tidak terluka parah, dan Fika masih bisa bersama Abi hingga saat ini. “Kayaknya, orang itu serakah banget. Semua-muanya mau di—“ “Di luar itu semua, pak Ilham memang selalu baik sama saya,” putus Vira menerangkan. “Tapi, saya betul-betul menyesalkan perbuatan nekatnya sampai bisa nyuruh orang untuk mencelakakan saya.”
1046.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai ihwal sesat pikir dan cacat logika
Baca
+Pustaka
Suddenly We Got Married (Series 4)

Suddenly We Got Married (Series 4)

sahut Karel. “Sampai kapanpun.” “Jadi, jangan pernah ragu untuk melangkah. Kalau terus memikirkan hal yang buruk, kamu hanya akan jalan di tempat. Jangan memikirkan hal buruk saja, tapi juga harus ingat ada hal baik.” Tersenyum ketika mendengar perkataan Ziel. Lihat, kan … semua masalhnya jika bersama Ziel seolah buyar. Tapi jika jauh dari dia, seolah masalah terus bersarang dalam otaknya.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai ihwal sesat pikir dan cacat logika
Baca
+Pustaka
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

jawab Shamar. “Kau benar. Sayang sekali, prinsip yang dibawa sejak ribuan tahun yang lalu sampai saat ini, tidak akan bisa membawa manusia pada pencapaian sempurna. Mereka terjebak oleh akal pikiran dan dualitas. Mereka masih mencari kebenaran menurut dualitas. Padahal sesuatu yang benar dan salah adalah hasil tarik menarik. Mereka mengumpulkan berbagai kebenaran, yang tanpa mereka sadari berasal dari kenangan buruk. Mata batin mereka pun akhirnya menjadi gelap.” Sosok itu menatap ke langit yang terhalang oleh dedaunan pohon nan tinggi. “Sama seperti pandangan ini. Ingin melihat langit namun terhalang oleh pohon – pohon ini. Cahayanya bahkan tak bisa menembus tanah.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai ihwal sesat pikir dan cacat logika
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status