SUMPAH PELAKOR
Salah satunya membawa kantong kresek berisi buah, dan satunya lagi membawa bunga dalam vas kecil.
“Kenalin, ini teman-teman Ima. Yang ini Dita, dan ini Lara,” ujar Ima sambil menunjuk dua gadis yang kini tersenyum sopan.
“Wah, kalian repot-repot banget.” Haira berusaha tersenyum, meski matanya masih merah.
Ima duduk di pinggir ranjang. “Mbak itu terlalu kuat sampai lupa kalau boleh lemah, loh. Sudah istirahat yang cukup? Jangan mikirin hal yang bikin sedih dulu ya.”